Your ad featured and highlighted at the top of your category for 90 days just $5.
Choose
"Make this ad premium" at checkout.

User description

mas penulis yang ketika ini menyebar dengan amat luas di Indonesia tentu saja membuat semua orang cemas. Virus Corona yang berasal dari China ini masuk dan terdeteksi di Indonesia sejak permulaan Maret lalu. Dalam blog Mas Penulis menjelaskan dua tipe tes yang dilakukan untuk mengetes apakah seseorang terinfeksi virus Corona. Penyebaran yang kian meluas membikin jumlah yang terinfeksi meroket benar-benar pesat. Hingga dikala ini sudah ada ribuan orang yang sudah di test dan ada banyak ribuan orang pula yang telah positif terinfeksi corona.Seperti negara lain yang juga sedang berjuang menghadapi virus corona, Indonesia juga berjuang dengan menjalankan banyak test. Ada dua macam tes yang dikerjakan untuk mengetes apakah seseorang terinfeksi virus corona. Tes hal yang demikian yaitu rapid tes dan swab percobaan. Di dalam blognya, Mas Penulis menjelaskan secara detil perbedaan apa saja dari kedua jenis percobaan tersebut. Sederhananya, kedua tes tersebut memang diaplikasikan untuk menguji apakah seseorang terinfeksi virus corona. Sekiranya mengamati dari gejalanya saja, para kekuatan medis kurang yakin apakah seseorang terinfeksi corona karena gejalanya mirip dengan flu umum. Malahan banyak pula pasien yang telah positif tetapi tidak memperlihatkan gejala sama sekali.Rapid test dan swab test dikerjakan untuk mengetahui dan screening pencegahan awal supaya energi medis bisa mengisolasi pasien yang sudah positif terkena corona sehingga tak menularkannya ke orang lain. Alat rapid test dan swab test didatangkan dari China dan negara lain dalam jumlah besar untuk mengetes ribuan orang di Indonesia. Keduanya memiliki sebagian perbedaan dari metode kerja, hasil yang dibeberkan dan sistem pengetesan yang berbeda pula. Metode pengetesan untuk rapid test mengaplikasikan sampel darah. Jadi setiap orang yang akan dites akan diambil darahnya kemudian diteliti apakah ada virus didalamnya. Meskipun swab test, pasien akan diambil sample lendir dari hidung dengan memakai alat khusus.Dalam metode kerjanya, rapid test akan meneliti antibodi yang terbentuk di dalam darah ketika seseorang terserang virus. Jika antibodi hal yang demikian timbul, ada kemungkinan pasien tersebut terinfeksi virus corona. Melainkan untuk lebih jelasnya, pasien harus menjalankan percobaan lebih lanjut. Padahal untuk swab test cara kerjanya segera mengambil sample lendir dari hidung atau tenggorokan yang akan langsung diteliti apakah ada virus didalamnya. Seperti yang diinfokan WHO bahwa virus corona lazimnya masuk lewat hidung atau tenggorokan.Kedua test tersebut juga mempunyai keakuratan yang berbeda. Rapid test diukur kurang jitu karena hanya mengecek antibodi di dalam darah yang nantinya sepatutnya dikerjakan pengecekan semakin mendalam. Melainkan untuk dilakukan dalam jumlah besar, rapid test efektif untuk screening permulaan penderita yang positif. Sedangkan swab test, seperti yang ditulis oleh Mas Penulis dalam blognya mempunyai kecermatan yang lebih tinggi.